Universalisme Islam (Cak Nur)

Universalisme Islam

Menurut Nurcholis Madjid, sebelum masuk ke pengertian universalisme Islam haruslah mengerti sumbernya terlebih dahulu. Sumber tersebut adalah pengertian perkataan “Islam” yang berarti membawa kepasrahan kepada Allah[1]. Sikap pasrah kepada Tuhan tidak saja merupakan ajaran Tuhan kepada hamba-Nya, tetapi ia diajarkan oleh-Nya dengan disangkutkan kepada alam manusia itu sendiri[2]. Dalam pandangan Islam, menurutnya yang terpenting pada manusia adalah alam/nature kemanusiaan itu sendiri. Karena Islam berurusan dengan alam kemanusiaan itu,  ada dan tanpa pembatasan oleh ruang dan waktu serta kualitas-kualitas lahiriah pada hidup manusia. Nature kemanusiaan adalah fitrahnya/tunduk dan pasrahnya manusia pada Allah SWT.

Adanya anggapan para muslim bahwa agama Islam-lah yang paling benar (diridhai) di sisi Allah adalah Islam sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an, maka muncullah kepercayaan bahwa agama yang selain agama Islam adalah bathil atau tidak benar. Namun, di sinilah Nurcholis Madjid mengulasnya secara mendalam dengan menerjemahkan dan menafsirkan ayat-ayat yang biasanya dijadikan sebagai sumber sandaran ke-eksklusivan agama Islam. Dan mengkategorikan pemeluk agama yang notabene juga  monotheisme yakni Yahudi dan Kristen sebagai muslim.

Dari ayat 85:Al-Imran Nurcholish Madjid mengartikan: Barang siapa mencari sebagai sikap ketundukan, selain kepada sikap pasrah pada kebenaran itu, maka pencarian tersebut tidak akan berhasil dan tidak akan membawa kebahagiaan abadi yang dikehendakinya (Madjid , 1992).  Dengan perkataan itulah Nurcholish Madjid menafikan bahwa agama yang paling benar disisi Allah hanyalah Islam, melainkan pemeluk agama Yahudi dan Kristen juga termasuk muslim.

Prinsip Islam menurut Nurcholish Madjid yang berarti sikap pasrah kepada Tuhan yang Maha Esa inilah yang menjadi alasannya bahwa Yahudi dan Kristen juga muslim. Karena mereka (Yahudi dan Kristen) juga pada prinsipnya bersikap pasrah dalam pencarian kebenaran layaknya agama Islam. Jadi, pada dasarnya seluruh agama adalah sama, walaupun mempunyai tujuan yang berbeda dengan tujuan yang sama[3].

Argument Nurcholish Madjid lagi yang menguatkan prinsipnya tentang keinklusifan (universalis) Islam adalah ajaran-ajaran yang kepasrahan kepada-Nya (al-islam) yang dibawa oleh para nabi dan rasul secara silih berganti, sejak nabi Adam sampai akhirnya disudahi nabi Muhammad SAW[4]. Menurutnya, dalam kitab suci Al-Qur’an yang pertama kali menyadari konsep “al-islam” sebagai inti ajaran agama adalah Nabi Nuh, bahwa beliau mendapat perintah Allah untuk menjadi salah seorang muslim, yakni pelaku yang bersifat pasrah kepada Tuhan. Kemudian diturunkan (dilanjutkan) lebih kuat dan tegas oleh Nabi Ibrahim yang diturunkan terus-menerus oleh keturunannya sampai kepada bani Israil dan menjadi dasar-dasar agama israil yang terus bertahan hingga sekarang (Yahudi dan Kristen). Begitu pula dengan Nabi Isa bin Maryam, beliau juga membawa ajaran pasrah kepada Tuhan yang Maha Esa[5].

Dikarenakan al-islam merupakan inti semua agama yang benar dan menjadi pangkal adanya hidayah Ilahi kepadanya. Maka al-islam menjadi landasan universal kehidupan manusia, dan berlaku untuk setiap orang di semua ruang dan waktu.

Dengan argument-argument di atas maka para pengikut nabi Muhammad adalah seorang muslim par excellence (tidak mengeksklusifkan) pemeluk agama yang lain (penganut monotheisme).


[1] Majalah Tekad no. 17 thI/22-28 februari 1999

[2] Nurcholis Madjid. islam Doktrin dan Peradaban hal. 420

[3] ibid

[4] Nurcholish Madjid. Islam doktrin dan Peradaban hal. 427

[5] ibid

About alfablitar

sangat suka ketenangan

Posted on March 6, 2012, in Islam. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 106 other followers