Teknik-teknik Supervisi Pendidikan

Teknik Supervisi Pendidikan

  1. Teknik supervisi Individual

Teknik ini adalah pelaksanaan supervisi yang diberikan kepada guru tertentu yang mempunyai masalah khusus dan bersifat perorangan. Teknik Supervisi individual meliputi: kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas dan menilai diri sendiri.

  1. Kunjungan kelas

Kunjungan kelas adalah teknik pembinaan guru oleh para supervisor maupun kepala sekolah dan pembina lainnya dalam rangka mengamati pelaksanaan pembelajaran sehingga diperoleh data yang akan digunakan dalam pembinaan guru. Tujuan dari pelaksanaan kunjungan kelas ini adalah untuk membantu guru mengatasi kesulitan atau masalah guru. Untuk pelaksanaannya bisa dengan pemberitahuan maupun tanpa pemberitahuan terlebih dahulu atau dengan undangan dari guru.

Tahap-tahap yang dilalui pada pelaksanaannya antara lain: 1) tahap persiapan, 2) tahap pengamatan dan 3) tahap akhir kunjungan. Dari ketiga tahap yang dilalui di atas, diharapkan dapat menghasilkan tindak lanjut yang baik dan harus dijalani.

Dalam pelaksanaan kunjungan kelas kriteria yang baik adalah harus memiliki tujuan-tujuan tertentu, mengungkapkan aspek-aspek yang dapat memperbaiki kemampuan guru, menggunakan instrumen tertentu untuk mendapatkan daya objektif, terjadinya interaksi, pelaksanaan kunjungan tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar dan yang terpenting adalah diikuti dengan program tindak lanjut.

 

  1. Observasi kelas

Melihat dan memperhatikan secara teliti terhadap gejala yang tampak. Sasaran dari observasi kelas adalah proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Dengan tujuan untuk memperoleh daya yang seobyektif mungkin mengenai aspek-aspek dalam situasi pembelajaran. Secara umum yang mendapat pengamatan selama proses pembelajaran adalah 1) usaha-usaha dan aktifitas antara guru-siswa, 2) cara penggunaan media pembelajaran, 3) reaksi mental para siswa dalam proses pembelajaran, 4) keadaan media yang dipakai dari segi material. Ketika supervisor melaksanakan observasi kelas alangkah baiknya menggunakan instrumen observasi tertentu, seperti evaluative check-list atau activity check-list.

Tahap-tahap yang harus dilalui dalam proses observasi kelas, antara lain:

  1. Persiapan observasi kelas
  2. Pelaksanaan observasi kelas
  3. Penutupan pelaksanaan observasi kelas
  4. Penilaian hasil observasi kelas
  5. Tindak lanjut
  6. Pertemuan Individual

Satu pertemuan, percakapan, dialog dan tukar pikiran antara supervisor-guru atau guru-guru mengenai usaha meningkatkan kemampuan professional guru. Dengan tujuan untuk memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan masalah yang dihadapi, mengembangkan hal mengajar yang lebih baik, memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan diri sendiri dan menghilangkan segala prasangka yang tidak baik.

 

  1. Kunjungan antar kelas

Kegiatan ini dilakukan guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain dalam lingkungan sekolah itu sendiri. Melalui kunjungan ini diharapkan guru akan memperoleh pengalaman baru dari sesama guru mengenai proses pembelajaran. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam kunjungan antar kelas ini antara lain:

  1. Guru yang akan dikunjungi harus yang lebih berpengalaman atau dengan seleksi terlebih dahulu agar mampu memberikan pengalaman-pengalaman baru bagi guru yang akan mengunjungi.
  2. Menyediakan segala fasilitas yang diperlukan dalam kunjungan tersebut.
  3. Supervisor mengikuti kegiatan ini dengan cermat.
  4. Kemudian mengaplikasikannya ke kelas guru bersangkutan sesuai dengan situasi yang tengah dihadapi.
  5. Adakan perjanjian-perjanjian untuk melaksanakan kunjungan-kunjungan berikutnya.

 

  1. Menilai diri sendiri

Penilaian diri sendiri memberikan informasi yang obyektif mengenai peranan seorang guru di kelas dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mempelajari metode pembelajaran dalam mempengaruhi murid. Dengan demikian guru akan terdorong untuk mengembangkan diri secara professional.

Ada beberapa cara untuk menilai diri sendiri, antara lain:

  1. Guru membuat suatu pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada murid untuk menilai pekerjaan atau aktivitas.
  2. Menganalisis tes-tes terhadap unit kerja.
  3. Mencatat murid-murid dalam suatu catatan baik murid beraktivitas sendiri atau kelompok.
  4. Teknik Supervisi Kelompok

Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih. Guru-guru yang sekiranya sesuai dengan analisis kebutuhan, memiliki masalah atau kelemahan yang sama.

Teknik supervisi kelompok ada beberapa hal, antara lain:

  1. Kepanitiaan-kepanitiaan
  2. Kerja kelompok
  3. Laboratorium kurikulum
  4. Baca terpimpin
  5. Demonstrasi pembelajaran
  6. Dharmawisata
  7. Studi/kuliah
  8. Diskusi panel
  9. Perpustakaan jabatan
  10. Organisasi profesional
  11. Buletin supervisi
  12. Pertemuan guru
  13. Lokakarya

Untuk langkah-langkah pembinaan guru melalui supervisi akademik, yaitu: (1) menciptakan hubungan-hubungan yang harmonis; (2) analisis kebutuhan; (3) mengembangakan strategi dan media; (4) menilai dan (5) revisi.

Langkah pertama adalah menciptakan hubungan yang harmonis antara supervisor dengan guru, serta semua pihak yang terkait dengan program pembinaan keterampilan pembelajaran guru. Untuk mencapai hubungan yang harmonis diperlukan komunikasi yang efektif antara supervisor, kepala sekolah, guru dan aparat yang terlibat di dalamnya.

Merupakan upaya menenetukan perbedaan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dipersyaratkan yang secara nyata dimiliki. Langkah-langkah untuk menganalisis kebutuhan adalah:

  1. Mengidentifikasi masalah-masalah pendidikan-perbedaan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap yang nyata dimiliki guru dan harus dimiliki oleh setiap guru.
  2. Mengidentifikasi lingkungan dan hambatan-hambatannya.
  3. Menentukan tujuan umum jangka panjang.
  4. Mengidentifikasi tugas-tugas manajemen yang dibutuhkan.
  5. Mencatat prosedur-prosedur untuk mengumpulkan informasi tambahan tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap seorang guru.
  6. Mengidentifikasi dan mencatat kebutuhan-kebutuhan khusus pembinaan keterampilan pembelajaran guru.
  7. Menetapkan kebutuhan-kebuthan pembinaan keterampilan melalui teknik dan media selain  pendidikan.
  8. Mencatat dan memberi kode kebutuhan pembinaan keterampilan.

Setelah melaksanakan langkah 1 dan 2 kemudian tinggal menjalankan langkah 3,4 dan 5 sesuai hasil dari langkah 1 dan 2.

Referensi:

Pidarta, made. 1992. Pemikiran tentang supervisi pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

Purwantu, Ngalim. 2003. Administrasi dan supervisi pendidikan. Bandung: Rosdakarya

About alfablitar

sangat suka ketenangan

Posted on February 7, 2012, in Pendidikan Agama Islam. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s